Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget Atas Posting

Guru di Muhammadiyah Sebaiknya Tidak Merokok! Kenapa?

Guru di Muhammadiyah Sebaiknya Tidak Merokok! Kenapa?


Rokok adalah benda perusak. Tidak ada manfaat dalam sebatang rokok. Rokok hanya menyimpan penyakit dan membuat pemakai rokok jadi pecandu. Walaupun iklan rokok bertebaran dengan disertai berbagai efek merokok, seperti penyakit kanker, namun sepertinya tidak membari efek jera bagi pengguna rokok. Pabrik rokok tetap tumbuh subur. Seakan tidak ada matinya.

Melarang orang lain untuk tidak merokok. Akan melanggar privasi orang. Namun kita dapat menegurnya jika menjumpai perokok ditempat umum yang sudah ada larangan merokoknya. Seperti rumah sakit, atau ruangan tertutuo yag memiliki pendingin udara. Karena akan menggangu orang lain. Para perokok masih memiliki ruang lain untuk merokok, tanpa menggangu orang lain.

Jika berada ditempat umum seperti sekolah maka merokok dilarang keras, karena akan menggangu warga sekolah terutama anak-anak. Serta memberikan contoh yang buruk bagi anak-anak. Sebab itulah sebagai tenaga pendidik yang selalu berinteraksi dengan anak-anak dan bahkan berada dekat sekali dengan anak-anak, maka guru sangat dilarang keras untuk merokok. Karena akan sangat mengganggu proses belajar dan mengajar. Asap rokok tidak hilang begitu saja, ia akan menempel di pakaian. Selanjutnya kita berada dekat dengan anak-anak. Tentu anak-anak juga akan mendapat imbas dari rokok. Guru di Muhammadiyah Sebaiknya Tidak Merokok! Kenapa? karena secara kesehatan sangat berbahaya.

Kandungan rokok yang berbahaya bagi tubuh adalah tar. Zat ini dapat mengendap dalam paru paru serta dapat mengganggu fungsi rambut yang melapisi permukaan organ paru-paru. Sehingga kemampuan paru-paru untuk menyaring zat berbahaya seperti bakteri maupun kuman yang masuk dapat menurun.

Tak hanya itu, nikotin juga menjadi salah satu komponen rokok yang berbahaya bagi tubuh. Zat ini dapat membuat seseorang menjadi ketagihan, dapat merusak jaringan pada otak, menyebabkan terjadinya penyempitan pembuluh darah, serta masalah kesehatan lainnya.  

Melihat bahaya kandungan pada rokok tentu perilaku merokok pada anak usia sekolah atau remaja akan berpengaruh buruk bagi kesehatan mereka. Anak usia sekolah atau remaja yang merokok biasanya akan mengalami gejala kurang fokus belajar, sulit memahami pelajaran karena mengalami penurunan daya tangkap, kurang aktif, mengalami gangguan kecemasan, hingga menyebabkan anak tersebut mengalami depresi.

Saat akan merekrut guru-guru. Saya langsung menanyakan apakah guru yang bersangkutan adalah perokok atau tidak. Jika mereka adalah perokok maka saya langsung menolaknya. Sekalipun mereka akan mengatakan akan berhenti merokok. Karena saya tahu. Bagi perokok aktif berhenti merokok itu butuh waktu dan bukan hal yang mudah.

Sehingga sangat penting untuk merekrut guru. Yang tidak merokok. Guru yang tidak merokok telah mencerminkan pola hidup sehat dalam kesehariannya. Sehingga akan memberikan pengaruh positif pada siswanya, guru sehat cerminan sekolah sehat. Sekolah sehat adalah wujud nyata peduli lingkungan.(RD)