Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian, Teknik Asesmen Formatif dan Sumatif Serta Jenis Instrumennya



Pengertian dan Teknik Asesmen Formatif dan Sumatif dan Contoh Instrumennya. Pengertian dan Teknik Asesmen Formatif dan Sumatif dan Contoh Instrumennya ini sebenarnya sudah banyak yang memahaminya. Namun demikian, kali ini admin akan menyajikan tentang Pengertian dan Teknik Asesmen Formatif dan Sumatif dan Contoh Instrumennya yang peroleh dari berbagai sumber. Terutama dari sumberi laman https://guru.kemdikbud.go.id/kurikulum/.

Jika ada yang bertanya-tanya tentang beberapa hal:
  • Apa yang dimaksud dengan asesmen sumatif?
  • Apa itu asesmen formatif dan sumatif?
  • Kapan Asesmen sumatif dilakukan?
  • Apa saja perbedaan antara asesmen formatif dan asesmen sumatif?
  • contoh asesmen sumatif
  • contoh penilaian sumatif di sekolah
  • asesmen sumatif dan formatif
  • asesmen formatif dan sumatif pdf
  • formatif adalah
  • contoh asesmen formatif dan sumatif
contoh penilaian formatif dan sumatif pdf
kisi-kisi asesmen sumatif kurikulum merdeka
maka, sangat penting untuk memahami esensi pengertian dan jenis asesmen itu sendiri.

Perbedaan Asesmen Formatif dan Sumatif Berdasarkan Tujuannya

Berdasarkan tujuannya, asesmen dibedakan menjadi 2, yaitu: asesmen formatif dan asesmen sumatif.
Asesmen Formatif

Asesmen formatif merupakan penilaian yang digunakan untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran. Untuk lebih jelasnya, perhatikan beberapa hal berikut.

  • Asesmen formatif yang dilakukan guru bertujuan untuk memantau dan memperbaiki proses pembelajaran. Selain itu juga digunakan untuk mengevaluasi pencapaian tujuan pembelajaran. Oleh karena itulah maka asesmen formatif dapat dilakukan selama proses pembelajaran berlangsung. Baik dilakukan di awal dan di sepanjang proses pembelajaran.
  • Asesmen formatif juga dijadikan momentu bagi guru untuk mengidentifikasi kebutuhan belajar murid. Kemudian, mengidentifikasi pula hambatan atau kesulitan yang dihadapi. Asesmen formatif dapat digunakan guru untuk mendapatkan informasi perkembangan belajar murid. Apa manfaatnya? Kegunaannya, informasi yang diperoleh tersebut dapat dijadikan umpan balik baik bagi murid maupun guru.
  • Asesmen formatif juga bermanfaat bagi murid. Salah satu manfaatnya adalah untuk berefleksi. Asesmen formatif dapat dijadikan instrumen bagi murid untuk memonitor kemajuan belajarnya, tantangan yang dialaminya, dan meningkatkan capaian belajarnya. A
  • sesmen formatif bagi guru juga banyak manfaatnya. Salah satunya, berguna untuk merefleksikan strategi pembelajaran yang diterapkan oleh guru. Selain itu, juga dapat bermanfaat dalam meningkatkan efektivitas dalam merancang dan melaksanakan pembelajaran. 
  • Asesmen formatif dapat dijadikan guru sebagai instrumen untuk memberikan informasi tentang kebutuhan belajar muridnya.

Merancang Asesmen Formatif

Nah, seorang guru dapat merancang asesmen formatif dengan tujuan agar maksimal memperoleh manfaat. Baik manfaat bagi murid maupun guru. Maka, perhatikan hal berikut.

  • Asesmen formatif tidak berisiko yang tinggi. Asesmen formatif yang dirancang ini bukan untuk nilai rapor. Namun untuk tujuan pembelajaran. Asesmen tidak juga untuk sebuah keputusan kenaikan kelas, kelulusan, atau keputusan-keputusan yang lainnya.
  • Asesmen formatif ini guru dapat menggunakan berbagai teknik dan atau instrumen.
  • Asesmen formatif yang dilaksanakan oleh seorang guru seharusnya memnag bersamaan dengan proses pembelajaran yang sedang dilakukan oleh guru dan siswa. Oleh karena itu, asesmen formatif dan pembelajaran menjadi suatu kesatuan.
  • Asesmen formatif dilaksanakan dengan menggunakan metode yang sederhana. Maka, umpan balik hasil asesmen tersebut dapat diperoleh dengan cepat.
  • Asesmen formatif dapat memberikan informasi bagi guru mengenai kesiapan belajar siswa. Terutama asesmen formatif di awal pembelajaran. Dengan demikian, seorang guru dapat memodifikasi rencana pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan kebutuhan belajar murid.


Asesmen Sumatif
Pengertian Asesmen Sumatif
Asesmen sumatif yang dilaksanakan pada jenjang pendidikan dasar dan menengah (dikdasmen) bertujuan sebagai berikut:

  • untuk menilai pencapaian tujuan pembelajaran (TP) / Capaian Pembelajaran (CP) siswa
  • sebagai dasar untuk menentukan kenaikan kelas dan/atau kelulusan dari satuan pendidikan.

Kemudian, untuk pendidikan anak usia dini (PAUD), asesmen sumatif digunakan untuk mengetahui capaian perkembangan anak. Asesmen sumatif bukan digunakan sebagai hasil evaluasi. Maksudnya tidak digunakan untuk penentuan kenaikan kelas atau kelulusan. Asesmen sumatif pada jenjang PAUD ini berbentuk laporan hasil belajar. Isinya adalah laporan pencapaian pembelajaran. Selain itu, juga memuat informasi pertumbuhan dan perkembangan anak.

Kapan Asesmen Sumatif Dilaksanakan?

  1. Asesmen sumatif dilaksanakan setelah pembelajaran berakhir. Yakni pembelajaran pada akhir satu lingkup materi. Satu lingkup materi dapat terdiri atas satu atau lebih tujuan pembelajaran.
  2. Asesmen Sumatif dilaksanakan pada akhir semester, atau pada akhir fase. 
  3. Asesmen Sumatif untuk akhir semester, bersifat pilihan.
  4. Asesmen sumatif  dapat dilaksanakan pada akhir semester apabila guru merasa masih membutuhkan  informasi tambahan. Informasi tambahan yang digunakan untuk mengukur pencapaian hasil belajar siswa. 

Jenis Teknik Instrumen Asesmen Sumatif 

Instrumen asesmen dapat dikembangkan oleh seorang guru berdasarkan teknik penilaian. Adapun Teknik Penilaian yang dapat digunakan adalah sebagai berikut.

  1. Observasi, Penilaian yang dilakukan dengan cara pengamatan perilaku secara berkala. Observasi dapat dilakukan untuk semua siswa maupun per individu. Observasi bisa berbentu tugas atau aktivitas rutin/ harian.
  2. Kinerja, Penilaian dengan cara mengaplikasikan pengetahuannya ke dalam berbagai macam konteks sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Bisa berupa praktik, menghasilkan produk, melakukan projek, atau membuat portofolio. 
  3. Projek, Kegiatan penilaian terhadap tugas tertentu dalam rentang waktu tertentu yang meliputi kegiatan perancangan, pelaksanaan, dan pelaporan.
  4. Tes tertulis, Tes dengan soal dan jawaban yang disajikan secara tertulis. Tujuannya untuk mengukur  tentang kemampuan siswa. 
  5. Tes lisan, Pemberian soal untuk dijawab secara lisan.
  6. Penugasan, Pemberian tugas kepada siswa untuk mengukur pengetahuan.
  7. Portofolio, Kumpulan dokumen hasil penilaian, penghargaan, dan karya murid dalam bidang tertentu. Hal tersebut menunjukkan perkembangan ssiwa secara menyeluruh (holistis) dalam kurun waktu tertentu.